Ilmu untuk Pelajar Muslim

Ilmoe-ilmoe apakah jang haroes diketahoei oleh tiap-tiap anak Moeslim?

Sikep dan Todjoean Al Irsjad 400Professor Islam Imam Sjech Moehammad Abdoeh telah membentangkan ini mas’alah dengan tjoekoep. Beliau berkata: “Wadjib tiap-tiap anak Moeslim mempeladjari tiga ilmoe jang sangat penting., ialah: (1) Tauhid, (2) Fiqh, (3) Tarich Islam. Ilmoe-ilmoe mana misti di peladjarkannja sepandjang tempo dalam sekolah rendah dan sekolah pertengahan dengan tjara modern speciaal, berlainan dengan tjara koeno, tjara mana jang membangkitkan roeh Islam jang hidoep di sanoebari tiap-tiap Moeslim, dan menghidoepkan semangat agama Allah.

Adapoen toedjoean dan maksoed dari ilmoe Tauhid, jaitoe tiada lain, melainkan menanam benih pertjintaan kepada Allah jang Isa (Esa), soepaja pada soeatoe waktoe djika datang soeroehan-soeroehan Allah pada oemmat Islam oentoek mengorbankan djiwa dan harta, maka dengan zonder ragoe-ragoe mereka menjerahkannja.

Maksoed dan toedjoean dari pada Fiqh, jaitoe goena memperbaiki boedi pekerti dan membersihkan bahtin manoesia dari segala noda serta memberi peladjaran dalam halal dan haram  jang bersender pada dalil-dalil dari pada Al-Qoer’an dan Hadits Nabi.

Maksoed dan toedjoean dari pada Tarich Islam jang setjara modern itoe, haroes menghidoepkan kebenaan Islam dan kegagahan oemmat Islam.

Ilmoe-ilmoe ini jang dengan ringkas sanggoep memenoehkan hati tiap-tiap anak Moeslim dengan iman sedjati jang haroes tiap-tiap sekolah Islam rendah atau pertengahan mempeladjarinja dengan tiada memakan tempo, dan djoega tiada menghalangi moerid itoe akan mempeladjari lain-lain ilmoe doenijawijjah.

Kita poen telah tjoba mengarang kitab-kitab dalam ilmoe-ilmoe jang terseboet tadi dengan tjara leerplan-leerplannja goeroe besar Imam Sjech Moehammad Abdoeh, jang mana kita telah dapat hasil jang baik, malah kita telah amalkan kebaikan peladjaran2 terseboet baik poen dalam pikiran atau achlaknja. Moedah-moedahan kita bisa mentjetak boekoe-boekoe itoe dan menjiarkannja, soepaja oemoem mendapatkan faidah-faidahnja.*

(Diambil dari: “SIKEP DAN TOEDJOEAN AL-IRSJAD”, diterbitkan oleh Hoofd Bestuur Vereeniging AL-ISLAH WAL-IRSJAD AL-ARABIJAH, Adres: Petodjo Djaga Monjet Np. 19, Batavia-Centrum).   

Syekh Ahmad Surkati dan Fitnah Karena Bantu Keluarga Digulis

Budayawan dan ahli sejarah Betawi, Ridwan Saidi, memaparkan peran Syekh Ahmad Surkati membantu keluarga para pejuang yang dibuang penjajah Belanda ke Digul, dengan tidak melihat ideologi mereka. Juga fitnah yang beliau alami karena perbuatan baiknya itu. Ridwan menjelaskan soal ini dalam acara Napak Tilas Syekh Ahmad Surkati Al-Anshari di Jakarta pada ahad 13 September 2015, di rumah kediaman terakhir Syekh Ahmad Surkati di Jl. Hasyim Asy’ari (dulu Chaulan Weg) No. 25.

Shalat Tarawih

SHALAT TARAWIH

Oleh: Al-Ustadz Said Thalib Al-Hamdani (1903-1983 M)

Rasulullah saw. suka sekali menyemarakkan bulan Ramadhan dengan shalat di malam harinya. Beliau memerintahkan dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berdiri (shalat malam) di bulan Ramadhan karena iman dan karena mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosa sebelumnya.” (HR. Jamaah)

Dari Abdurrahman bin Auf, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,

Sungguh Allah telah mewajibkan puasa Ramadhan dan mensunnahkan shalat di dalamnya, barangsiapa yang berpuasa dan shalat di malamnya karena iman dan karena mengharap ampunan Allah, maka dia akan keluar dari dosanya ibarat pada pagi hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad)

Rakaat Shalat Tarawih

JUMLAH RAKAAT SHALAT TARAWIH

Oleh: Syekh Al-Allamah Ahmad Surkati al-Anshari (1874-1943 M)

PERTANYAAN:

Shalat tarawih apakah sebelas rakaat dengan witir ataukah dua puluh tiga rakaat? Dan mana yang lebih afdal: shalat tarawih berjamaah atau sendirian, di rumah atau di masjid?(Ahmad Syukri, murid Al-Irsyad School di Batavia, asal Lampung, pada 8 Zulqaidah 1341)

JAWABAN Syekh Ahmad Surkati:

Ahmad Surkati 220Tarawih atau melaksanakan shalat pada malam bulan Ramadhan hukumnya adalah sunnah muakkadah (shalat sunnah yang keras dianjurkan untuk menjalankannya). Menurut sabda Nabi saw.,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa berdiri shalat pada malam bulan Ramadhan karena iman dan keikhlasannya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Shalat tarawih ini lazim juga disebut “shalat witir” , sebab ia diakhiri dengan satu rakaat. Shalat ini adalah shalat tathawwu (shalat yang sering dilakukan sendiri), diselenggarakan di antara isya dan subuh. Hanya saja shalat tersebut sangat diutamakan pada bulan Ramadhan.

Rasyid Ridha tentang Imam Mahdi

Pendapat Syeikh M. Rasyid Ridha tentang Imam Mahdi

Rasyid RidhaHadits-hadits tentang akan datangnya Imam Mahdi menjelang akhir zaman telah ditanggapi beragam oleh para ulama. Ada yang menganggapnya benar dan harus dipercaya, tapi ada yang tidak percaya dengan keotentikan hadits-hadits itu. Salah satu ulama besar yang tidak mempercayai kebenaran khabar tentang akan datangnya Imam Mahdi itu adalah Syekh Muhammad Rasyid Ridha, ulama besar reformis asal Mesir, murid utama dari Syekh Muhammad Abduh.

Ulama yang menjadi rujukan utama kalangan modernis-reformis di Indonesia ini berkata:  

“Adapun pertentangan di antara hadits-hadits Al-Mahdi sangat kuat dan jelas, mengkompromikan riwayat-riwayat tersebut sangat sulit, orang-orang yang mengingkarinya sangat banyak, dan syubhatnya sangat jelas. Karena itu Imam Syaikhani (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkan sama sekali hadits Al-Mahdi ini dalam kitab Shahih beliau, padahal kerusakan dan fitnah banyak tersebar di kalangan bangsa-bangsa yang beragama Islam.” [Tafsir Al-Manar 9: 499]

Betulkah Nabi Isa Akan Turun ke Bumi Lagi?

BETULKAH NABI ISA AKAN TURUN LAGI KE BUMI?

Oleh: Al-Ustadz Umar Hubeis (1904-1979)

umarhubeis1Pertanyaan:

“Bagaimanakah pendapat Islam tentang Nabi Isa as. Dan bagaimana pula tentang faham yang mengatakan bahwa Nabi Isa itu akan turun kembali ke dunia?”

Jawab:

Nabi Isa as. Adalah seorang manusia yang diciptakan dengan cara yang istimewa atas kekuasaan dan kebesaran-Nya, seperti diciptakannya Nabi Adam as.

Nabi Isa diciptakan dari seorang ibu yang suci dan saleh bernama Maryam dari suku al-Imran. Dilahirkan di Desa Beitlehem di negeri Ursyalim (Palestina), kemudian diangkat menjadi Nabi dan Rasul untuk Bani Israil khususnya.

Para ulama masih memperselisihkan tentang kematiannya. Ada yang mengatakan kalau dia masih hidup dan ada yang berpendapat bahwa dia sudah mati dan dikubur di suatu tempat.

Khotbah Shalat Gerhana

SHALAT GERHANA (Bagian 8 – Habis)

Khotbah Shalat Gerhana

Oleh: Al-Ustadz Said Thalib Al-Hamdani (1903-1983 M)

Sesudah selesai shalat, imam berkhotbah memberikan nasihat kepada orang banyak agar memperbanyak istighfar, berzikir, bersedekah dan sebagainya. Rasulullah saw. setelah selesai shalat berkhotbah dan memuji Allah. Malik dan Abu Hanifah membenarkan hal ini. Sebagian pengikut Malik berpendapat bahwa Rasulullah saw. hanya menghadap kepada orang banyak untuk memberi nasihat, bukan untuk berkhotbah, karena maksudnya adalah untuk menolak anggapan bahwa terjadinya gerhana itu karena meninggal atau lahirnya seseorang, dan Rasulullah saw. menerangkan bahwa gerhana itu hanyalah sebagai salah satu tanda keagungan Allah.

KHOTBAH RASULULLAH SAW.

Setelah selesai shalat gerhana, Rasulullah saw. berdiri untuk berkhotbah dengan khotbah yang ringkas tetapi padat bersisi. Di antara isi khotbahnya ialah:

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak akan terkena gerhana karena meninggal atau lahirnya seseorang. Apabila kamu melihat ada gerhana maka berdoalah kepada Allah, agungkanlah Dia, dan bersedekahlah.

Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak akan seorang pun yang lebih cemburu dari pada Allah terhadap hamba-Nya yang berzina. Wahai umat Muhammad, demi Allah, kalau sekiranya kamu mengetahui apa yang aku ketahui pasti kamu tidak akan banyak tertawa, tapi akan banyak menangis.

Bacaan Surat dalam Shalat Gerhana

SHALAT GERHANA (Bagian 7):

Bacaan Surat dalam Shalat Gerhana

Oleh: Al-Ustadz Said Thalib Al-Hamdani (1903-1983 M)

Bacaan ayat dan surat dalam shalat gerhana dibaca dengan keras. Tapi, para ulama berselisih mengenai bacaan surat al-Fatihah pada waktu berdiri yang kedua kalinya sesudah ruku yang pertama pada setiap rakaatnya.

Abu Hanifah dan Malik mengatakan bahwa bacaan dalam shalat gerhana tidak dikeraskan. Mereka beralasan, kalau sekiranya Rasulullah saw. membaca dengan keras tentunya para sahabat mengetahui apa yang dibaca oleh Rasulullah saw.

Pendapat ini dibantah oleh Ibnu Hazm. Menurutnya, pendapat seperti itu tidak benar, sebab bacaan Rasulullah itu telah diketahui melalui hadits:

Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw. mengeraskan bacaannya yang panjang. Beliau mengeraskannya dalam mengerjakan shalat gerhana bulan.”

Selanjutnya Ibnu Hazm berkata, “Hadits Aisyah, Urwah, Az-Zuhri dan al-Auza’i adalah tegas yaitu bahwa Rasulullah saw. membaca ayat dengan keras. Keterangan ini lebih utama daripada anggapan-anggapan yang dusta.” 1)

Seruan untuk Shalat Gerhana

SHALAT GERHANA (Bagian 6)

Seruan untuk Shalat Gerhana

Oleh: Al-Ustadz Said Thalib Al-Hamdani (1903-1983 M)

Untuk mengerjakan shalat gerhana disunahkan untuk menyerukan kalimat ash-shalatu jaami’ah. Seruan ini khusus untuk memanggil shalat gerhana saja. Sedang untuk shalat lainnya, seperti shalat tarawih dan shalat hari raya tidak perlu dengan seruan ini karena tidak ada riwayat yang menerangkan hal itu.

Praktek yang dilakukan oleh kaum muslimin yang menyerukan ash-shalatu jaami’ah untuk shalat tarawih dan shalat hari raya adalah bid’ah. Kalau ada yang beralasan bahwa hal itu dilakukan karena meng-qiyas-kannya dengan shalat gerhana, maka qiyas itu tidak benar karena qiyas tidak boleh dipergunakan dalam masalah ibadah, karena ibadah adalah tuqifiy, artinya ditetapkan oleh Rasulullah saw. dan kita wajib mengikutinya. Dan qiyas hanya dapat dipakai dalam urusan duniawi saja.* (MA)

BACA JUGA:
Shalat Gerhana (1): Pengertian Shalat Khusuf dan Kusuf
Shalat Gerhana (2): Hukum Shalat Gerhana: Sunnah atau Wajib?
Shalat Gerhana (3): Jumlah Rakaat Shalat Gerhana
Shalat Gerhana (4): Cara-cara Shalat Gerhana
Shalat Gerhana (5): Shalat Gerhana: Berjamaah atau Sendiri?

Shalat Gerhana Sunnah Berjamaah

SHALAT GERHANA (Bagian 5)

Shalat Gerhana: Berjamaah atau Sendiri?

Oleh: Al-Ustadz Said Thalib Al-Hamdani (1903-1983 M)

Shalat gerhana SUNNAH untuk dikerjakan dengan berjamaah di masjid, tanpa azan dan iqamah. Alasannya:

1. Mengikuti sunnah atau praktek yang dilakukan Rasulullah saw., yaitu dengan memerintahkan seseorang untuk menyerukan: ash shalatu jami’ah, kemudian setelah orang-orang berkumpul Rasulullah shalat bersama mereka.

2. Berdasarkan keumuman hadits yang menerangkan bahwa shalat jamaah lebih utama dua puluh tujuh kali dibanding dengan shalat sendirian.

3. Berdasarkan perintah Rasulullah saw. kepada para sahabat untuk bergegas menunaikan shalat gerhana ke masjid apabila melihat ada gerhana:

Matahari dan bulan adalah dua di antara tanda-tanda keagungan Allah. Keduanya tidak akan tertutup (terjadi gerhana)karena meninggal atau lahirnya seseorang. Apabila kamu melihatnya maka bergegaslah segera pergi ke masjid.”