Ilmu untuk Pelajar Muslim

Ilmoe-ilmoe jang haroes diketahoei anak-anak Moeslim

Sikep dan Todjoean Al Irsjad 400Professor Islam Imam Sjech Moehammad Abdoeh telah membentangkan ini mas’alah dengan tjoekoep. Beliau berkata: “Wadjib tiap-tiap anak Moeslim mempeladjari tiga ilmoe jang sangat penting., ialah: (1) Tauhid, (2) Fiqh, (3) Tarich Islam. Ilmoe-ilmoe mana misti di peladjarkannja sepandjang tempo dalam sekolah rendah dan sekolah pertengahan dengan tjara modern speciaal, berlainan dengan tjara koeno, tjara mana jang membangkitkan roeh Islam jang hidoep di sanoebari tiap-tiap Moeslim, dan menghidoepkan semangat agama Allah.

Adapoen toedjoean dan maksoed dari ilmoe Tauhid, jaitoe tiada lain, melainkan menanam benih pertjintaan kepada Allah jang Isa (Esa), soepaja pada soeatoe waktoe djika datang soeroehan-soeroehan Allah pada oemmat Islam oentoek mengorbankan djiwa dan harta, maka dengan zonder ragoe-ragoe mereka menjerahkannja.

Maksoed dan toedjoean dari pada Fiqh, jaitoe goena memperbaiki boedi pekerti dan membersihkan bahtin manoesia dari segala noda serta memberi peladjaran dalam halal dan haram  jang bersender pada dalil-dalil dari pada Al-Qoer’an dan Hadits Nabi.
BACA SELENGKAPNYA “Ilmu untuk Pelajar Muslim”

Syekh Ahmad Surkati dan Digulis

Syekh Ahmad Surkati dan Fitnah Karena Bantu Keluarga Digulis

Budayawan dan ahli sejarah Betawi, Ridwan Saidi, memaparkan peran Syekh Ahmad Surkati membantu keluarga para pejuang yang dibuang penjajah Belanda ke Digul, dengan tidak melihat ideologi mereka. Juga fitnah yang beliau alami karena perbuatan baiknya itu. Ridwan menjelaskan soal ini dalam acara Napak Tilas Syekh Ahmad Surkati Al-Anshari di Jakarta pada ahad 13 September 2015, di rumah kediaman terakhir Syekh Ahmad Surkati di Jl. Hasyim Asy’ari (dulu Chaulan Weg) No. 25.

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Oleh: Al-Ustadz Said Thalib Al-Hamdani (1903-1983 M)

Rasulullah saw. suka sekali menyemarakkan bulan Ramadhan dengan shalat di malam harinya. Beliau memerintahkan dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berdiri (shalat malam) di bulan Ramadhan karena iman dan karena mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosa sebelumnya.” (HR. Jamaah)

Dari Abdurrahman bin Auf, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,

Sungguh Allah telah mewajibkan puasa Ramadhan dan mensunnahkan shalat di dalamnya, barangsiapa yang berpuasa dan shalat di malamnya karena iman dan karena mengharap ampunan Allah, maka dia akan keluar dari dosanya ibarat pada pagi hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad)
BACA SELENGKAPNYA “Shalat Tarawih”

Rakaat Shalat Tarawih

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Oleh: Syekh Al-Allamah Ahmad Surkati al-Anshari (1874-1943 M)

PERTANYAAN:

Shalat tarawih apakah sebelas rakaat dengan witir ataukah dua puluh tiga rakaat? Dan mana yang lebih afdal: shalat tarawih berjamaah atau sendirian, di rumah atau di masjid?(Ahmad Syukri, murid Al-Irsyad School di Batavia, asal Lampung, pada 8 Zulqaidah 1341)

JAWABAN Syekh Ahmad Surkati:

Ahmad Surkati 220Tarawih atau melaksanakan shalat pada malam bulan Ramadhan hukumnya adalah sunnah muakkadah (shalat sunnah yang keras dianjurkan untuk menjalankannya). Menurut sabda Nabi saw.,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa berdiri shalat pada malam bulan Ramadhan karena iman dan keikhlasannya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Shalat tarawih ini lazim juga disebut “shalat witir” , sebab ia diakhiri dengan satu rakaat. Shalat ini adalah shalat tathawwu (shalat yang sering dilakukan sendiri), diselenggarakan di antara isya dan subuh. Hanya saja shalat tersebut sangat diutamakan pada bulan Ramadhan.
BACA SELENGKAPNYA “Rakaat Shalat Tarawih”