Betulkah Nabi Isa Akan Turun ke Bumi Lagi?

Betulkah Nabi Isa akan Turun Lagi ke Bumi?

Oleh: Al-Ustadz Umar Hubeis (1904-1979)

umarhubeis1Pertanyaan:

“Bagaimanakah pendapat Islam tentang Nabi Isa as. Dan bagaimana pula tentang faham yang mengatakan bahwa Nabi Isa itu akan turun kembali ke dunia?”

Jawab:

Nabi Isa as. Adalah seorang manusia yang diciptakan dengan cara yang istimewa atas kekuasaan dan kebesaran-Nya, seperti diciptakannya Nabi Adam as.

Nabi Isa diciptakan dari seorang ibu yang suci dan saleh bernama Maryam dari suku al-Imran. Dilahirkan di Desa Beitlehem di negeri Ursyalim (Palestina), kemudian diangkat menjadi Nabi dan Rasul untuk Bani Israil khususnya.

Para ulama masih memperselisihkan tentang kematiannya. Ada yang mengatakan kalau dia masih hidup dan ada yang berpendapat bahwa dia sudah mati dan dikubur di suatu tempat.

Segenap umat Islam beriman bahwa Nabi Isa as. tidak terbunuh dan tidak disalib.

Tentang turunnya kembali ke dunia kelak dikabarkan oleh Rasulullah saw. dengan sabdanya:

Demi Dia yang menggenggam nyawaku, hampir turun di tengah-tengah kalian Isa ibnu Maryam dengan hukum yang adil; dia akan menghancurkan salib dan membunuh binatang babi dan akan menghapuskan perang dan (pada waktu itu) berlimpah-ruahlah harta benda, sampai-sampai tidak ada orang yang (mau) menerimanya, hingga satu kali sujud nilainya lebih baik ketimbang dunia ini dengan segala isinya.” (HR. Bukhari)

Dalam kitab syarahnya (Fathul Baari), Ibnu Hajar al-Asqalani menerangkan antara lain bahwa Isa akan menjadi hakim yang melaksanakan hukum syariat Islam yang abadi dan tidak akan mengalami nasakh. Beliau akan membatalkan agama Nasrani serta pemujaan terhadap dirinya yang melampaui batas, akan membunuhi binatang babi sebagai binatang yang haram dagingnya, yang ketika itu sudah dihalalkan banyak orang. Begitu pula dunia sudah lagi tidak saling berperang, tidak ada lagi jizyah (upeti) yang perlu dipungut karena banyaknya uang berkat ditegakkannya hukum dan keadilan yang bersumber dari Islam (Fathul Baari, juz 6).

Asy-Syaikh Muhammad Abduh berpendapat bahwa hadits tentang turunnya Nabi Isa ini adalah hadits shahih (dari sisi sanadnya), hanya saja tergolong dalam hadits ahad, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh hanya satu orang, derajatnya bukan mutawatir. Jadi, ini bukan merupakan dalil qath’i yang mewajibkan setiap Muslim beriman kepadanya dan kafir bagi yang menolaknya. Setiap kabar mengenai sesuatu yang ghaib harus ditetapkan dengan dalil yang meyakinkan, yaitu yang bersumber dari Al-Qur’an atau hadits shahih mutawatir yang jelas dan tegas.

Syaikh Mahmoud Syaltout, rektor Universitas Al-Azhar Kairo menulis antara lain sebagai berikut:

  1. Hadits-hadits yang menerangkan akan turunnya Nabi Isa sesudah Dajjal adalah hadits mudhtharib, tidak bersamaan lafazh dan maknanya, dari riwayat Wahb dan Kabul. Keterangan yang amat diragukan kebenarannya bahkan dipastikan dustanya oleh ulama Jarh wat Ta’dil pada masa-masa terakhir ini.
  2. Tidak ada dalil qath’i yang tegas dan jelas dari Al-Qur’an atau dari al-Hadits bahwa Nabi Isa diangkat ke langit dengan badannya dan dia hingga sekarang masih hidup serta akan turun kembali ke bumi kelak.
  3. Maka barangsiapa menolak berita bahwa Isa masih hidup dan akan diturunkan kembali ke bumi kelak di akhir zaman, ia tidak boleh dikafirkan. Ia masih tetap Muslim dan tetap mukmin, selama hidupnya tetap diperlakukan sebagai orang Islam, tetap dishalati kalau wafat dan dikubur di pemakaman Islam.*

Sumber: Al-Fatawa, oleh: Al-Ustadz Umar Hubeis.

SEBARKAN ARTIKEL INI!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>